Simpanan
Tabungan, simpanan wajib/sukarela, tabungan berjangka, tabungan berencana, deposito, dan giro — bunga dihitung sistem.
tbstbjdepositoSimpanan, pinjaman, kas teller, akuntansi, laporan, portal nasabah, sampai aplikasi kolektor di lapangan — berjalan di satu sistem yang sama, dengan satu sumber angka.
Lembaga-lembaga berikut memakai sistem dari keluarga SP (SPKSP & SPLPD) — kini satu sistem: Nusadana.
Setiap modul memakai angka yang sama. Yang dicatat kasir adalah yang muncul di jurnal, dan yang muncul di jurnal adalah yang dibaca pengurus.
Tabungan, simpanan wajib/sukarela, tabungan berjangka, tabungan berencana, deposito, dan giro — bunga dihitung sistem.
tbstbjdepositoPengajuan, pencairan, jadwal angsuran, tunggakan, denda, pelunasan, perpanjangan, auto debet, dan jaminan.
pbkrkjaminanKas masuk dan keluar, permintaan teller, tutup kas, potong saldo dengan batas jaminan — satu jalur, tidak ada kas tanpa pasangan.
kastellerCOA, jurnal otomatis, neraca, laba-rugi, arus kas, cross check, dan tutup buku per periode.
jurnaltutup bukuLaporan kredit, tabungan, kesehatan, realisasi, RAPBK, format dinas LPD, surat administrasi, bukti transaksi, dan PDF A4.
a4pdfAplikasi mobile banking untuk nasabah/anggota — cek saldo, mutasi, transfer, bayar angsuran, QRIS, sampai PPOB. PPOB-nya sudah menempel di aplikasi, tanpa perlu berlangganan layanan PPOB terpisah.
mobile bankingqrisppobKredit rekening koran (plafon, bunga giro, perpanjangan) dan cetak rekening koran per rekening — fitur yang jarang ada di aplikasi simpan pinjam biasa.
krkrcgiroEmpat hal ini sering dihitung sebagai pekerjaan tambahan — atau tidak sempat dikerjakan sama sekali.
Plafon giro, bunga, perpanjangan, dan cetak rekening koran per nasabah. Kebanyakan aplikasi simpan pinjam berhenti di tabungan dan kredit angsuran.
Nasabah memakai aplikasi sendiri: saldo, mutasi, transfer, angsuran, QRIS, dan PPOB. PPOB-nya bagian dari sistem — tidak perlu langganan layanan PPOB pihak lain.
Aplikasi lapangan menyimpan salinan di perangkat dan menyinkronkan kemudian — bukan halaman web yang mati saat jaringan hilang.
Hak akses per jabatan (122 kunci), jejak audit setiap aksi, dan periode yang terkunci setelah tutup buku.
Pakai templat Word lembaga, lalu di akhir tahun buku laporan pertanggungjawaban yang biasanya setebal buku tersusun dari angka sistem — tinggal diunduh, diperiksa, dan dicetak.
Laporan sudah jadi saat diminta, dan setoran lapangan masuk tanpa diketik ulang.
| Kebutuhan | Aplikasi simpan pinjam umum | Excel + buku | Nusadana |
|---|---|---|---|
| Tabungan, deposito, angsuran | Ada | manual | Ada |
| Giro & kredit rekening koran (RC) | jarang | tidak | Ada |
| Mobile banking untuk nasabah/anggota | add-on / terpisah | tidak | Ada |
| PPOB (pulsa, token, tagihan) di dalam sistem | layanan pihak lain | tidak | Menyatu |
| Kolektor lapangan tanpa sinyal | jarang | buku tulis | Ada |
| Jurnal & laporan terbentuk otomatis | sebagian | rekap manual | Ada |
| Hak akses per jabatan + jejak audit | terbatas | tidak | 122 kunci izin |
| Data terpisah per lembaga (subdomain sendiri) | umumnya satu basis data | tidak | Satu berkas per lembaga |
Sepuluh kelompok kerja yang biasanya tersebar di beberapa aplikasi dan file Excel.
Anggota, kelompok, wilayah, status keanggotaan, dan riwayat hubungan dengan lembaga.
Semua jenis simpanan, perhitungan bunga, penarikan dengan batas, dan sertifikat deposito.
Analisa, akad, jadwal angsuran, tunggakan, denda, pelunasan, dan perpanjangan.
Kredit rekening koran, plafon, bunga giro, perpanjangan, dan cetak RC per rekening.
Ikat, lepas otomatis saat lunas, dan serah terima jaminan dengan bukti cetak.
Kas teller, jurnal, buku besar, neraca, laba-rugi, arus kas, dan cross check.
Daftar aktiva, penyusutan terjadwal, dan penjualan aktiva dengan jurnalnya sendiri.
Aplikasi kolektor dengan salinan lokal, daftar tagihan, dan sinkronisasi.
Hak akses per jabatan, jejak audit, periode terkunci, dan impor data lama.
Setup RAT, distribusi SHU, buku pertanggungjawaban RAT ke Word dari templat lembaga, dan rencana anggaran (RAPBK) ke Word.
Data lama dibawa lebih dulu, pemakaian harian menyusul. Tidak perlu menutup kantor.
Nama lembaga, alamat aplikasi, dan kata sandi admin. Aktif setelah email diverifikasi.
Impor saldo simpanan, pinjaman berjalan, dan data pokok — atau mulai dari nol.
Kasir mencatat, kolektor memakai HP di lapangan, pengurus membaca laporan.
Keduanya. Koperasi memakai anggota dan simpanan wajib/sukarela; LPD memakai wilayah, kelompok nasabah, dan laporan sesuai format dinas.
Tidak. Data lama diimpor lebih dulu, lalu bagian yang dipakai harian dipindahkan bertahap.
Bisa. Catatan tersimpan di perangkat dan terkirim saat kembali ada sinyal.
Di server milik lembaga sendiri, satu berkas data per lembaga, dengan jejak audit.
Biaya mengikuti jumlah petugas dan modul yang dipakai — belum ada harga seragam untuk semua lembaga. Hubungi kami untuk penawaran dan jadwal pemasangan.
Daftar, impor sebagian data, lalu bandingkan laporan sistem ini dengan yang Anda pakai sekarang.